BerandaBerita KegiatanWorkshop Kolaborasi Tunas Integritas Nasional I Tahun 2016

Workshop Kolaborasi Tunas Integritas Nasional I Tahun 2016

Workshop Kolaborasi TI Nasional I 2016

Kegiatan rutin Tunas Integritas berupa Workshop Kolaborasi Tunas Integritas Nasional dilaksanakan di Mandiri University Campus, Banjarmasin selama tiga hari yaitu pada tanggal 14 s.d. 16 Maret 2016. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama KPK RI dengan TI sebagai tindak lanjut dari Workshop Tunas Integritas sebelumnya pada Tahun 2015 yang dilaksanakan di Kabupaten Badung, Provinsi Bali dan Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang bertajuk Workshop Kolaborasi Tunas Integritas Nasional I Tahun 2016 ini dihadiri oleh 47 Kementerian/Lembaga/Organisasi/Pemerintah Daerah (KLOP) di antaranya terdapat 29 KLOP baru yang bergabung dalam gerakan pembangunan budaya integritas nasional.

 

Tujuan dilaksanakannya workshop ini antara lain terdiseminasikannya hasil pembangunan integritas pada KLOP piloting kepada KLOP piloting baru melalui integrity dashboard, tersosialisasikannya rencana aksi integritas nasional untuk mencapai target 25 juta keluarga berintegritas dan pembangunan integritas di sektor/panelnya masing-masing, disepakatinya struktur Indonesia Corporate University (I-Corpu), tersusunnya rencana aksi pembangunan integritas bagi 10 KLOP dan 12 Kementerian/Lembaga/Instansi (KLI) piloting baru.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini terbagi ke dalam tiga sesi, yaitu coaching clinic, penyampaian materi dari Lemhanas, serta penyusunan panduan pembangunan I-Corpu dan memperkenalkan sistem integritas nasional kepada KLOP piloting baru.

Pada hari pertama (sesi I) dilakukan sharing antara KLOP piloting yang telah terbentuk dengan KLOP yang baru bergabung mengenai proses pembangunan integritas organisasi. Dalam kesempatan kali ini TI KKP berkesempatan menjadi salah satu tim coaching bagi TI dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam coaching tersebut, KKP menceritakan proses pembangunan integritas yang telah dilaksanakan, antara lain: perlunya dilakukan workshop bagi Pejabat Eselon I dan II, penyusunan regulasi (Kepmen tentang Komite Integritas, Permen tentang pedoman teknis pembangunan integritas), Sistem Integritas Nasional, Integrity Dashboard, pentingnya komitmen dan role model pimpinan, dan pembangunan corporate university.

Sesi II yang dilakukan pada hari berikutnya dihadiri oleh tamu khusus sebagai narasumber bagi peserta workshop untuk membawakan materi bertema “Membangun Keselarasan Bangsa dengan Integritas Nasional untuk Mewujudkan Cita-cita Pembangunan Nasional”. Materi diberikan oleh Komisaris Jenderal Polisi Drs. Suhardi Alius, M.H. selaku Sekretaris Utama Lemhanas. Dalam presentasinya, Komjenpol Suhardi menyatakan bahwa wawasan kebangsaan merupakan kunci utama dalam menjaga dan membangun eksistensi NKRI, di mana beberapa aspek telah tertuang dalam trigatra dan pancagatra. Untuk menghadapinya diperlukan jiwa kepemimpinan berintegritas yang memahami wawasan kebangsaan.

Sesi terakhir pada hari ketiga KPK RI membentuk kelompok kerja (pokja) beserta tugasnya, untuk menyusun rancangan panduan pembangunan Indonesia Corporate University (I-Corpu).  Hasil kerja pokja ini nantinya akan digunakan sebagai pedoman untuk pembangunan I-Corpu yang rancangannya akan di bahas pada kegiatan Workshop Kolaborasi TI berikutnya.

Pokja dibentuk dengan penanggung jawab dari KPK RI dan diketuai Sdr. Sudaryanto dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Dwi Setia Kusumawardani dari PT. Telkom Indonesia. Adapun tim pokja bertugas:

  1. Pokja I (Grup Inisiasi), mendorong pembentukan Tunas Integritas dan Komite Integritas di setiap KLOP, merancang dan mengusulkan struktur organisasi I-Corpu, menginisiasi dan finalisasi konsep pembangunan I-Corpu untuk peluncuran pada Tahun 2017, menyusun rencana kerja menengah sampai dengan Tahun 2020 dan melakukan sosialisasi I-Corpu;
  2. Pokja II (Grup Eksploitasi), menyusun format evaluasi dan pemetaan rencana delivery Sistem Integritas Nasional (SIN) di masing-masing KLOP, menyusun learning delivery schedule SIN dalam skala nasional;
  3. Pokja III (Grup Quality), merancang modul dan metode delivery pelatihan, memastikan materi SIN dapat disampaikan sesuai dengan standar, metode, dan fasilitator yang ditetapkan sebelumnya;
  4. Pokja IV (Grup Evaluasi), melakukan pengembangan Tool Assesment Integrity KLOP, melakukan learning evaluation, mengembangkan standar dan integrasi pelaporan, serta memberikan feedback hasil evaluasi. Cipto Hadi Prayitno selaku Inspektur V/Anggota Komite Integritas KKP yang hadir dalam kegiatan tersebut dipercaya sebagai Ketua Pokja IV.

Seluruh perwakilan dari KKP yang hadir dalam workshop ini menjadi anggota pada empat pokja tersebut.

Untuk mewujudkan sistem integritas nasional sebagaimana telah dirumuskan KPK RI, maka dibutuhkan integrasi dari seluruh sistem integritas yang dimiliki KLOP se-Indonesia. Kegiatan workshop semacam ini sebagai upaya menuju ke arah tersebut perlu terus didukung dan dikembangkan dengan menularkannya kepada KLOP lain melalui pembentukan tunas-tunas integritas yang baru.

Pada Agustus 2016 nanti, sebagai tindak lanjut dari workshop kali ini akan diselenggarakankembali Workshop Kolaborasi Nasional Tunas Integritas II Tahun 2016 yang direncanakan akan dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan PT Angkasa Pura II sebagai tuan rumahnya. Tidak menutup kemungkinan KKP akan menjadi tuan rumah berikutnya. Apakah KKP sudah siap?